Jumat, 26 Oktober 2012

KROMATOGRAFI


A.     DASAR TEORI

Kromatografi berasal dari bahasa Yunani ‘Kromatos’ yang berarti warna dan ‘Graphos’ yang berarti menulis. Kromatografi merupakan
metode pemisahan yang sederhana. Kromatografi mencakup berbagai proses yang berdasarkan pada perbedaan distribusi dari penyusunan cuplikan antara dua fasa, salah satu diantaranya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tertentu dan di dalamnya zat-zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas disebabkan adanya perbedaan dalam absorpsi, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion dinamakan kromatografi sehingga masing-masing zat dapat diidentifikasi atau ditetapkan dengan metode analitik (Anonim, 1995).

Pada dasarnya, teknik kromatografi ini membutuhkan zat terlarut terdistribusi di antara dua fase, satu diantaranya diam (fase diam), yang lainnya bergerak (fase gerak). Fase gerak membawa zat terlarut melalui media, hingga terpisah dari zat terlarut lainnya yang tereluasi lebih awal atau lebih akhir. Umumnya zat terlarut dibawa melewati media pemisah oleh cairan atau gas yang disebut eluen. Fase diam dapat bertindak sebagai zat penyerap atau dapat betindak melarutkan zat terlarut sehingga terjadi partisi antara fase diam dan fase gerak (Anonim, 1995).
Prosedur kromatografi masih dapat digunakan, jika metode klasik tidak dapat dilakukan karena jumlah cuplikan rendah, kompleksitas campuran yang hendak dipisahkan atau sifat berkerabat zat yang dipisah.
Kromatografi ada bermacam-macam diantaranya kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis, penukar ion, penyaringan gel dan elektroforesis.

Macam-macam kromatografi
a. Kromatografi Lapis Tipis
Yaitu kromatografi yang menggunakan lempeng gelas atau alumunium yang dilapisi dengan lapisan tipis alumina, silika gel, atau bahan serbuk lainnya. Kromatografi lapis tipis pada umumnya dijadikan metode pilihan pertama pada pemisahan dengan kromatografi.
b. Kromatografi Penukar Ion
Merupakan bidang khusus kromatografi cairan-cairan. Seperti namanya, system ini khusus digunakan untuk spesies ion. Penemuan resin sintetik dengan sifat penukar ion sebelum perang Dunia II telah dapat mengatasi pemisahan rumit dari logam tanah jarang dan asam amino.
c. Kromatografi Penyaringan Gel
Merupakan proses pemisahan dengan gel yang terdiri dari modifikasi dekstran-molekul polisakarida linier yang mempunyai ikatan silang. Bahan ini dapat menyerap air dan membentuk susunan seperti saringan yang dapat memisahkan molekul-molekul berdasarkan ukurannya. Molekul dengan berat antara 100 sampai beberapa juta dapat dipekatkan dan dipisahkan. Kromatografi permeasi gel merupakan teknik serupa yang menggunakan polistirena yang berguna untuk pemisahan polimer.
d. Elektroforesis
Merupakan kromatografi yang diberi medan listrik disisinya dan tegak lurus aliran fasa gerak. Senyawa bermuatan positif akan menuju ke katode dan anion menuju ke anoda. Sedangkan kecepatan gerak tergantung pada besarnya muatan.
e. Kromatografi Kertas
Merupakan kromatografi cairan-cairan dimana sebagai fasa diam adalah lapisan tipis air yang diserap dari lembab udara oleh kertas jenis fasa cair lainnya dapat digunakan. Teknik ini sangat sederhana.
Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang saling tidak bercampur. Jadi partisi suatu senyawa terjadi antara kompleks selulosa-air dan fasa mobil yang melewatinya berupa pelarut organik yang sudah dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut.
Proses pemisahan dan pemurnian satu zat dari zat lain yang tidak diinginkan, merupakan proses yang sangat penting pada pembuatan suatu senyawa. Ada berbagai cara pemisahan dan pemurnian suatu zat dari campurannya secara fisik antara lain :
·         Pemisahan cair-cair, dapat dilakukan dengan cara destilasi, ekstraksi dan koagulasi
·         Pemisahan padat cair, dapat dilakukan dengan cara dekantasi, filtrasi, adsorpsi dan destilasi.
Kromatografi adalah metoda yang digunakan untuk memisahkan campuran molecular berdasarkan distribusi molekul-molekul dalam campuran tersebut dalam fasa diam (adsorben) dan fasa gerak (eluen). Distribusi melokul dapat berupa distribusi fasa adsorpsi atau distribusi fasa partisi. Kromatografi dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu sampel dan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu sampel melalui harga Rf dari masing-masing komponen. Rf adalah jarak tepuh suatu zat pada saat elusi dan dihitung dengan cara berikut :
Rf= Jarak titik awal ke titik noda
 Jarak titik awal ke titik akhir pergerakan eluen

 






Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel. Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal. Rf = Jarak titik tengah noda dari titik awal. Jarak tepi muka pelarut dari titik awal.
Ada beberapa faktor yang menentukan harga Rf yaitu:
1. Pelarut, disebabkan pentingnya koefisien partisi, maka perubahan-perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahan-perubahan harga Rf.
2. Suhu, perubahan dalam suhu merubah koefisien partisi dan juga kecepatan aliran.
3. Ukuran dari bejana, volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer jadi mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen-komponen pelarut dari kertas. Jika bejana besar digunakan, ada tendensi perambatan lebih lama, seperti perubahan komposisi pelarut sepanjang kertas, maka koefisien partisi akan berubah juga. Dua faktor yaitu penguapan dan kompisisi mempengaruhi harga Rf.
4. Kertas, pengaruh utama kertas pada harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan, yang berbeda untuk macam-macam kertas. Kertas mempengaruhi kecepatan aliran juga mempengaruhi kesetimbangan partisi.
5. Sifat dari campuran, berbagai senyawa mengalami partisi diantara volume-volume yang sama dari fasa tetap dan bergerak. Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainnya hingga terhadap harga Rf mereka.

B.      ALAT DAN BAHAN
1.      Alat
a.      Gelas kimia                                   2 buah
b.      Kertas saring/ tissue                     1 buah
c.       Spatula                                          1 buah
d.      Kaca arloji
e.      Penggaris
f.        Pensil

2.      Bahan
a.      Minuman Fanta grape                  2 buah
b.      Air mineral                                                5 ml
c.       Spidol hitam


C.      PROSEDUR KERJA
1.      Siapkan kertas saring/tissue ukuran 10 cm x 5 cm
2.      Kemudian buat garis dengan pensil setinggi 1 cm dari ujung kertas saring
3.      Totolkan Fanta grape kental dan spidol hitam pada tengah-tengah garis tersebut
4.      Kemudian celupkan ujung kertas saring/tissue yang sudah diberi garis 1 cm yang di beri totolan Fanta kental dan spidol hitam ke dalam kaca arloji
5.      Catat dan lihat hasil perubahannya

Kegiatan 1
1.      Finto strawberry
a.      Siapkan 1 tissue kemudian berikan garis 1 cm lalu beri totolan finto ditengah garis
b.      Gantungkan tissue kemudian celupkan kedalam kaca arloji
c.       Tunggu beberapa menit sampai air meresap dan merambat sekitar 4 cm
d.      Catat hasil pengamatannya
Kegiatan 2
2.      Pakai spidol hitam
a.      Siapkan 1 tissue kemudian berikan garis 1 cm
b.      Kemudian beri titik spidol ditengah garisnya
c.       Gantungkan tissue kemudian celupkan kedalam kaca arloji
d.      Tunggu beberapa menit sampai air meresap dan merambat sekitar 4 cm
e.      Catat hasil pengamatannya





D.     HASIL PENGAMATAN
1.      Perhitungan

Rf warna ungu (spidol hitam) = 7/4 = 0,5
Rf warna merah (finti soda) 5/8 = 0,625
Rf warna hijau  (spidol hitam)  = 7/14 = 0,5
Rf warna pinkn( finto kental) = 3/8 = 0,37

2.      Tabel hasil pengamatan

No.
Komponen Warna
Warna yang timbul
1.
Finto strawberry cair
Berubah menjadi warna merah muda
2.
Finto kental
Berubah dari warna merah tua menjadi merah muda
3.
Spidol Hitam
Berubah warna hitam menjadi ungu, kemudian hijau, biru dan hitam lagi














E.      PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil praktikum kali ini mengidentifikasi bahwa
hasil pengamatan kromatografi pada finto strawberry yang dilakukan pada percobaan pertama yang di totolkan finto strawberry merah ditengah-tengah garis tersebut  akan membentuk  garisan yang berwarna dari merah pekat akan berubah menjadi merah muda (pudar) sehingga mengalami perubahan warna serta konsentrasi air.

hasil pengamatan kromatografi pada spidol hitam  yang  dilakuan pada percobaan kedua yang diberi titik spidol hitam pada tengah-tengah garis tersebut  akan membentuk garisan yang berwarna ungu kemudian  akan berubah menjadi hijau keunguan .
warna ungu = 7 cm
warna hijau = 7 cm

Kromatografi adalah metoda yang digunakan untuk memisahkan campuran molecular berdasarkan distribusi molekul-molekul dalam campuran tersebut dalam fasa diam (adsorben) dan fasa gerak (eluen). Distribusi melokul dapat berupa distribusi fasa adsorpsi atau distribusi fasa partisi. Kromatografi dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu sampel dan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu sampel melalui harga Rf dari masing-masing komponen. Rf adalah jarak tepuh suatu zat pada saat elusi dan dihitung dengan cara berikut :




Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel. Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal. Rf = Jarak titik tengah noda dari titik awal. Jarak tepi muka pelarut dari titik awal.

Perhitungan

Rf warna ungu (spidol hitam) 7/14 = 0,5 cm
Rf warna hijau (spidol hitam) 7/14 =  0,5 cm
Rf warna merah (finto soda) 5/8 = 0.625 cm
Rf warna pink (finto kental) 3/8 = 0,37 cm

Kromatografi berasal dari bahasa Yunani ‘Kromatos’ yang berarti warna dan ‘Graphos’ yang berarti menulis. Kromatografi merupakan metode pemisahan yang sederhana. Kromatografi mencakup berbagai proses yang berdasarkan pada perbedaan distribusi dari penyusunan cuplikan antara dua fasa, salah satu diantaranya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tertentu dan di dalamnya zat-zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas disebabkan adanya perbedaan dalam absorpsi, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion dinamakan kromatografi sehingga masing-masing zat dapat diidentifikasi atau ditetapkan dengan metode analitik.

Kromatografi adalah suatu metode untuk pemisahan tertentu. Cara ini telah ditemukan oleh TSWETT pada tahun 1903, ia menggunakannya untuk pemisahan senyawa-senyawa berwarna dan nama kromatografi diambil dari senyawa berwarna tersebut. Sekarang kromatografi tidak hanya untuk pemisahan senyawa berwarna saja tetapi untuk senyawa yang tidak berwarna, termasuk gas.
Pada dasarnya semua cara kromatografi menggunakan dua fasa, yaitu fasa tetap (stationary) dan fasa bergerak (mobile). Pemisahan tergantung dari gerakan kedua fasa ini. Jika fasa tetap berupa zat padat dan fasa bergerak berupa zat cair maka cara tersebut dikenal dengan kromatografi serapan (absorption chromatography). Jika fasa tetap berupa zat cair dan fasa bergerak berupa zat cair maka cara tersebut dikenal dengan kromatografi partisi (partition chromatography).

Macam-macam kromatografi
a. Kromatografi Lapis Tipis
Yaitu kromatografi yang menggunakan lempeng gelas atau alumunium yang dilapisi dengan lapisan tipis alumina, silika gel, atau bahan serbuk lainnya. Kromatografi lapis tipis pada umumnya dijadikan metode pilihan pertama pada pemisahan dengan kromatografi.
b. Kromatografi Penukar Ion
Merupakan bidang khusus kromatografi cairan-cairan. Seperti namanya, system ini khusus digunakan untuk spesies ion. Penemuan resin sintetik dengan sifat penukar ion sebelum perang Dunia II telah dapat mengatasi pemisahan rumit dari logam tanah jarang dan asam amino.
c. Kromatografi Penyaringan Gel
Merupakan proses pemisahan dengan gel yang terdiri dari modifikasi dekstran-molekul polisakarida linier yang mempunyai ikatan silang. Bahan ini dapat menyerap air dan membentuk susunan seperti saringan yang dapat memisahkan molekul-molekul berdasarkan ukurannya. Molekul dengan berat antara 100 sampai beberapa juta dapat dipekatkan dan dipisahkan. Kromatografi permeasi gel merupakan teknik serupa yang menggunakan polistirena yang berguna untuk pemisahan polimer.

d. Elektroforesis
Merupakan kromatografi yang diberi medan listrik disisinya dan tegak lurus aliran fasa gerak. Senyawa bermuatan positif akan menuju ke katode dan anion menuju ke anoda. Sedangkan kecepatan gerak tergantung pada besarnya muatan.
e. Kromatografi Kertas
Merupakan kromatografi cairan-cairan dimana sebagai fasa diam adalah lapisan tipis air yang diserap dari lembab udara oleh kertas jenis fasa cair lainnya dapat digunakan. Teknik ini sangat sederhana.
Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang saling tidak bercampur. Jadi partisi suatu senyawa terjadi antara kompleks selulosa-air dan fasa mobil yang melewatinya berupa pelarut organik yang sudah dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut.

Dekantasi adalah pemisahan antara zat padat dan zat cair dengan ukuran zat padat cukup besar misalnya pasir dengan cara mengendapkan zat padat sampai diperoleh dta lapisan yaitu air pada bagian atas dan endapan pada bagian bawah kemudian bagian atasnya yaitu air dituangkan secara perlahan lahan.

Destilasi adalah proses pemisahan campuran antara zat cair dengan zat cair dengan proses pengupapan dan diikuti dengan proses pengembunan proses ini dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih zat cair.

Adsorpsi adalah proses penyerapan campuran antara zat cair dengan zat cair dengan di ikuti proses penyerapan berdasarkan konsentrasi zat.


F.       KESIMPULAN
1.      Kromatografi berasal dari bahasa Yunani ‘Kromatos’ yang berarti warna dan ‘Graphos’ yang berarti menulis.
2.      Kromatografi adalah metoda yang digunakan untuk memisahkan campuran molecular berdasarkan distribusi molekul-molekul dalam campuran tersebut dalam fasa diam (adsorben) dan fasa gerak (eluen).
3.      Dekantasi adalah pemisahan antara zat padat dan zat cair dengan ukuran zat padat cukup besar misalnya pasir dengan cara mengendapkan zat padat sampai diperoleh dta lapisan yaitu air pada bagian atas dan endapan pada bagian bawah kemudian bagian atasnya yaitu air dituangkan secara perlahan lahan.
4.      Destilasi adalah proses pemisahan campuran antara zat cair dengan zat cair dengan proses pengupapan dan diikuti dengan proses pengembunan proses ini dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih zat cair.
5.      Macam-macam komatografi
a.      Kromatografi Lapis Tipis
b.      Kromatografi Penukar Ion
c.       Kromatografi Penyaringan Gel
d.      Elektroforesis
e.      Kromatografi Kertas






DAFTAR PUSTAKA
Kartimi, M.Pd. 2012. Panduan Praktikum Kimia Dasar I. Cirebon : IAIN Press.
Khopkar, S.M. 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Soebagio, Drs. 2000. Kimia Analitik II. Malang : IMSTEP-JICA.
Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.
Anonim. 2008. Diakses dari http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/kromatografi./20/oktober/14:30

1 komentar:

  1. bagus sekali info yang sangat menarik
    terus update info menarik lain nya
    nambah nambah wawasan

    BalasHapus