Jumat, 18 September 2015

MAKALAH FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN




FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Tersetruktur
Mata Kuliah                : Filsafat Umum
Dosen Pengampu        : Dr. Anda Juanda, M.Pd

                                
                                      
Disusun oleh
Kelompok 5
Nana Solihin
Mariyana Rahman
Reiza Fitri Yulia
Siti Humairoh
Umi Hani


Tadris IPA Biologi-B/VI
KEMENTRIAN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015

 

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt, alhamdulillah dengan rahmat Allah swt akhirnya makalah yang berjudul “Filsafat Abad Pertengahan” dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang perkembangan filsafat pada abad pertengahan. Filsafat pada abad ini terbagi menjadi dua periode yaitu periode partisik dan periode skolastik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan baik dalam materi maupun cara penyajian penulisannya. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pengembangan dan kesempurnaan makalah ini. Semoga informasi yang terdapat dalam makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin...
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Cirebon, 15 Februari 2015

                 Penulis






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................  i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii
I.            PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ......................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah .................................................................................................... 2
C.     Tujuan ...................................................................................................................... 2
II.            PEMBAHASAN
A.     Zaman Patristik.......................................................................................................... 3
1.      Makna Partisik...................................................................................................... 3
2.      Ajaran Tokoh Filosof Partisik............................................................................... 4
3.      Sumbangan Filsafat Partisik terhadap Perkembangan Ilmu................................... 10
B.     Zaman Skolastik Awal............................................................................................... 11
1.      Makna Skolastik................................................................................................... 11
2.      Ajaran Tokoh Filosof Skolastik Awal................................................................... 13
3.      Sumbangan Filsafat Skolastik Awal terhadap Perkembangan Ilmu....................... 16
C.     Zaman Kejayaan Skolastik........................................................................................ 16
1.      Faktor Pendorong Kejayaan Skolastik................................................................... 16
2.      Ajaran Tokoh Filosof Zaman Kejayaan Skolistik.................................................. 18
3.      Sumbangan Zaman Kejayaan Skolastik terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan            22
D.     Zaman Akhir Skolastik.............................................................................................. 23
1.      Faktor Penyebab Berakhirnya Zaman Skolastik.................................................... 23
2.      Tokoh Filosof Skolastik Arab (Islam)................................................................... 24
3.      Zaman Peralihan Skolastik.................................................................................... 32
E.     PENUTUP
A.    Kesimpulan .............................................................................................................. 34
B.     Kritik dan Saran ....................................................................................................... 35
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 36
 

I.            PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Abad pertengahan merupakan

Wilayah Kajian Posmodernisme



BAB VIII
FILSAFAT KONTEMPORER

A. Wilayah Kajian Posmodernisme
1.      Arti Posmodernisme
Istilah postmodernist, pertama kali dilontarkan oleh Arnold Toynbee pada tahun 1939 lewat bukunya yang terkenal berjudul Study of History Toynbee yakin   benar bahwa sebuah era sejarah baru telah dimulai. Sampai saat ini belum ada kesepakatan dalam pendefinisiannya, tetapi istilah tersebut berhasil menarik  perhatian banyak orang di Barat. Pada tahun 1960, untuk pertama kalinya istilah itu berhasil diekspor ke benua Eropa sehingga banyak pemikir Eropa mulai tertarik  pada pemikiran tersebut (Septian, 2007).
Menurut Muzairi (2009:148) menyatakan bahwa secara etimologis post modern terdiri dari dua kata yaitu post  dan modern. Kata post yang berarti

FILSAFAT KONTEMPORER



BAB VII
FILSAFAT KONTEMPORER
A.     Pragmatisme
Kata pragmatisme berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu “pragma” yang berarti

FILSAFAT BARAT MODERN



BAB VI
                                    FILSAFAT BARAT MODERN

A.  FILSAFAT BARAT MODERN
1.      Idealisme
Kata idealis dalam filsafat mempunyai arti yang sangat berbeda dari artinya dalam bahasa sehari-hari. Secara umum kata idealis berarti:

FILSAFAT ISLAM



BAB V
FILSAFAT ISLAM

A.       FILSAFAT ISLAM

1.      Faktor Yang Mendorong Timbulnya Filsafat Di Dunia Islam
a.    Faktor Internal
Perkembangan masyarakat Islam sepeninggal Rasulullah SAW sangat pesat sekali. Pesatnya  perkembangan itu juga diikuti dengan masalah-masalah keagamaan yang menyertai. Jika dahulu dimasa kepemimpinan Rasulullah dengan mudah memecahkan segala permasalah yang terjadi pada ummat Islam, karena selain wahyu yang pada saat itu masih diturunkan,  ijtihad Rasulpun adalah sangat terjamin keshahihannya karena beliau adalah manusia yang terjaga dari kesalahan (Tafsir, 1990 : 208).
Faktor internal pendorong tumbuhnya filsafat di dunia Islam adalah pengaruh dari Al-Quran dan hadits yang memotivasi umat Islam berfikir tentang diri manusia, hewan dan alam semesta serta meneliti terhadap apa saja yang ada di dalam alam ini. Al-qur’an sendiri merupakan salah satu jawaban dimana Al’quran menghargai akal dan hati. Sedangkan kitab suci kristen memang tidak memberi tempat bagi penggunaan akal.
Akal dan hati (iman) memang terjadi juga didalam Islam tetapi tidak sehebat di barat. Di timur filosof dan sufi sama-sama beriman, di barat filosof ada yang mengambil paham materialisme dan atau ateisme. Didalam Islam perbedaan antara filosof dan sufi hanyalah perbedaan visi dalam menafsirkan kitab suci. Orang-orang filsafat umumnya menggunakan takwil, tetapi kearah rasa. Perkembangan itu tidak menyebabkan gejolak yang berarti didalam Islam (Tafsir, 1990 : 208).



b.    Faktor Eksternal
Faktor eksternal sebagai motivasi tumbuhnya filsafat di dunia Islam, yaitu

GERAKAN RENAISANS



    BAB IV
                                         GERAKAN RENAISANS

1.    Faktor Pendorong Lahirnya Gerakan Renaisans

Renaissance mempunyai arti penting dalam sejarah kebudayaan Barat. Renaissance

FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN



BAB III
FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN

Abad pertengahan merupakan kurun waktu yang sangat khas. Secara singkat dikatakan bahwa dominasi agama Kristen pada abad ini sangatlah menonjol. Perkembangan alam pikiran harus disesuaikan dengan ajaran agama. Filsafat abad pertengahan menggambarkan suatu zaman yang baru di tengah-tengah suatu perkumpulan bangsa yang baru pula yaitu bangsa Eropa Barat.
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan filsafat Eropa (sekitar lima abad) belum memunculkan ahli pikir (filosuf). Akan tetapi setelah abad ke-6 masehi, baru muncul ahli pikir yang mengadakan penyelidikan filsafat.
Filsafat Barat abad pertengahan ini dikatakan sebagai abad kegelapan. Berdasarkan pada pendekatan sejarah Gereja, saat itu tindakan Gereja sangat membelenggu kehidupan manusia. Manusia tidak memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya.
Para ahli berpendapat bahwa pada saat itu juga manusia tidak mempunyai kebebasan berpikir. Apalagi  terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran agama Gereja.
Siapapun orang yang mengemukakannya akan mendapatkan hukuman berat. Pihak Gereja akan melarang diadakannya penyelidikan-penyelidikan yang mengarah kepada rasio (akal) terhadap keyakinan (agama). Karena itu kajian terhadap agama (teologi) yang tidak berdasarkan ketentuan Gereja akan mendapatkan larangan ketat.
Yang berhak mengadakan penyelidikan terhadap agama hanyalah pihak Gereja. Kendati demikian, ada juga yang melanggar peraturan tersebut dan mereka dianggap orang murtad dan kemudian diadakan pengejaran (inkuisisi).
Abad pertengahan ditandai dengan berintegrasinya filsafat Yunani dengan agama Kristen sehingga memungkinkan adanya perkembangan dengan pembaharuan dalam filsafat karena adanya pengaruh agama Kristen. Dimasa ini penuh dengan dominasi Gereja. Tujuannya adalah untuk membimbing umat kearah hidup yang saleh tetapi menjadi salah karena dalam pelaksanaanya tanpa memikirkan  martabat  dan kebebasan manusia mengengkang pemikiran-pemikiran dan masa depan mereka, karena itu pula pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan terhambat.
A.     ZAMAN PARTISIK  
1.      Makna Partisik
Partisik sebagaimana dijelaskan Hadiwijono (2001: 70) berasal dari kata latin

SISTEM FILSAFAT



BAB I
SISTEM FILSAFAT
Manusia adalah mahluk istimewa yang diciptakan Allah SWT. Keistimewaan manusia terletak pada potensi-potensi yang Allah berikan kepadanya.Baik itu potensi yang berupa fisik ataupun non-fisik. Semua potensi fisik manusia memiliki fungsi yang sangat luar biasa kegunaannya bagi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri, begitupun dengan potensi non-fisik yang terdiri atas: jiwa (psyche), akal (ratio) dan rasa (sense).
Dengan potensi akalnya, manusia mampu menjadi mahluk yang lebih mulia kedudukannya daripada mahluk lain. Allah telah mengaruniai manusia sebuah anugerah yang mampu menjadikan manusia mahluk yang berbudaya.Berbeda dengan hewan yang tidak mampu berbudaya dikarenakan hewan tidak memiliki akal. Dengan akalnya ini pula manusia mampu berfikir, bernalar dan memahami diri serta lingkungannya, berefleksi tentang bagaimana ia sebagai seorang manusia memandang dunianya dan bagaimana ia menata kehidupannya.
I. SISTEM FILSAFAT
A. PENGANTAR KEPADA FILSAFAT
1.  Asal Mula Timbulnya Filsafat