Sabtu, 06 September 2014

IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM BASA



LAPORAN PRAKTIKUM
IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM DAN BASA
Mata kuliah                    : Kimia Dasar I
Dosen Pengampu           : Kartimi, M.Pd





 








Disusun oleh :
Reiza Fitri Yulia
Nim : 14121610722
Kelas/semester : IPA-Biologi B/1
Asisten Praktikum : 1. Dewi Fortuna R
2. Lulindayati


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012
IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM DAN BASA
A.   Kompetensi
1.         Mahasiswa mampu mengidentifikasi larutan asam
2.         Mahasiswa mampu mengidentifikasi larutan basa
3.        Mahasiswa mampu mengidentifikasi perubahan warna indikator dalam larutan asam dan basa
Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang  berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.
Adapun tujuan dilakukannya praktikum kali ini tentang identifikasi asam dan basa yaitu sebagai berikut :
B.   Tujuan
1.    Mampu mengamati perubahan warna beberapa indikator dalam asam dan dalam basa.
2.    Mampu menentukan bahan mana yang termasuk asam/basa.
3.    Mampu membedakan antara indikator alami, indikator buatan dan indikator universal.
Berdasarkan tujuan tersebut sebelum dilakukannya suatu praktikum  harus ada dasar teori yang sesuai dengan tujuan praktikum kali ini, agar apa yang akan diujikan dalam praktikum sesuai dengan dasar teori. Adapun dasar teori suatu asam dan basa yaitu sebagai berikut.

C.   Dasar teori
Suatu bahan akan bersifat asam/basa dapat diketahui jika dapat mengubah warna dari larutan pewarna seperti kertas lakmus atau pewarna yang diekstrak dari bahan alam seperti bunga daun, atau umbi yang berwarna seperti kunyit.
            Larutan pewarna yang dapat berubah warna pada larutan asam-basa disebut indikator asam-basa. Indikator yang berbeda memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam/basa contoh indikator buatan adalah
fenoftalein, metil merah, metil jingga. Contoh indikator alami adalah kunyit, bunga sepatu,kulit manggis indikator universal yang akan memberikan berbagai perubahan warna (spektrum warna) yang luas. Setiap satu perubahan warna dari perubahan warna yang luas ini dapat menunjukkan karakteristik (sifat) dari derajat keasaman atau kebasaan. Selain itu suatu bahan disebut asam jik dalam air larutan ini mengandung ion hidrogen (H+), dan basa jika dalam air mengandung ion hidroksida (OH).
Teori Asam dan Basa Menurut Arrhenius
Larutan asam dan basa merupakan contoh dari larutan elektrolit. Pada tahun 1884, Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–  Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ, yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx–
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa asam. Basa Arrhenius adalah hidroksida logam, M(OH)x, yang dalam air terurai sebagai berikut.
M(OH)x ⎯⎯→ Mx+ + x OH–
Jumlah ion OH– yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa. Asam umumnya merupakan senyawa kovalen. Misalnya gas hidrogen klorida yang merupakan senyawa kovalen, tetapi apabila dilarutkan kedalam air akan terurai menjadi ion-ionnya.


D.   Alat dan Bahan
Alat
1.      Pipet tetes                      1 buah
2.      Mortal dan pistil                        1buah
3.      Gelas kimia                    3 buah
4.      Plat tetes                                    2 buah
5.      Lakmus merah dan biru
Bahan
1.      Asam cuka
2.      Air sabun
3.      Air jeruk nipis
4.      Kunyit
5.      Sprite
6.      Mawar merah
7.      Kol ungu
8.      Kembang sepatu
9.      Nanas
10.  HCl
11.  NaOH
12.  KOH
13.  H2SO4
14.  NH4OH
15.  HNO3


E.     Prosedur Percobaan
1.    Menyiapkan pelat tetes dan tentukanlah dan tandailah baris pertama, kedua, ketiga, dan ke empat, lalu masukan berturut-turut sebagai berikut.
a.    Ke dalam 3 lubang pelat tetes baris pertama masukkanlah berturut-turut lima tetes asam klorida (HCl) 0.1 M, asam sulfat (H2SO4) 0.1 M dan asam cuka 0.1 M.
b.    Ke dalam 3 lubang pelat tetes baris 2 masukkanlah berturut-turut lima tetes air jeruk nipis, sprite, nanas.
c.    Ke dalam 3 lubang pelat tetes baris 3 masukkanlah berturut-turut lima tetes larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 M, kalium hidroksida (KOH) 0.1 M, dan ammonium hidroksida (NH4OH) 0.1 M.
d.   Ke dalam 3 lubang pelat tetes baris 4 masukkanlah berturut-turut lima tetes larutan sabun, detergen, dan sampo.
e.    Pada masing-masing lubang dicelupkan kertas lakmus merah dan amati kertas lakmus merah tersebut. Ulangi percobaan tersebut dengan kertas lakmus berwarna biru.
2.    Lakukan langkah 1 di atas lalu pada masing-masing lubang tersebut ditetesi larutan kembang sepatu.
3.    Lakukan langkah 2 di atas, lalu pada masing-masing lubang tersebut ditetesi larutan kol ungu.
4.    Lakukan langkah 3 di atas, alu pada masing-masing lubang tersebut ditetesi larutan mawar merah.







F.     Hasil pengamatan

ASAM
WARNA LAKMUS
MERAH
BIRU
Asam klorida

Merah
Asam sulfat

Merah
Asam cuka

Merah

ZAT
WARNA LAKMUS
MERAH
BIRU
Jeruk nipis

merah
Sprite

merah
Nanas

merah

BASA
WARNA LAKMUS
MERAH
BIRU
Natrium Hidroksida
Biru

Kalium Hidroksida
Biru

Amonium Hidroksida
biru


ZAT
WARNA LAKMUS
MERAH
BIRU
Sabun
Biru

Detergen
Biru

Sampo
Biru


ZAT
WARNA
Kembang sepatu
Kol ungu
Mawar merah
Asam klorida
Merah tua
Merah terang
Merah
Asam sulfat
Merah tua
Merah muda
Merah  tua
Asam cuka
coklat
Ungu muda
Merah muda




ZAT
WARNA
Kembang  sepatu
Kol ungu
Mawar merah
Jeruk nipis
Merah bata
-
Coklat keruh
Sprite
-
Ungu muda
Coklat tua
Nanas
Coklat keruh
Hijau muda
-


BASA
WARNA
Kembang Sepatu
Kol Ungu
Mawar Merah
Natrium Hidroksida
Hijau lumut
Kuning
Hijau lumut
Kalium Hidroksida
Hijau lumut
Merah tua
Kuning kunyit
Amonium Hidroksida
Hijau tua
-
Coklat muda

ZAT
WARNA
Kembang Sepatu
Kol Ungu
Mawar Merah
Sabun
Hijau muda
Hijau pudar
Hijau muda
Detergen
Hijau pekat
Hijau tua
Hijau tua
Sampo
Coklat kehitaman
Ungu tua
Hijau kecoklatan


Masing-masing hasil pengamatan pada tabel diatas menggunakan indikator alami dan buatan, indikator alami menggunakan kembang sepatu, kol ungu, dan mawar merah. Sedangkan indikator buatan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru, hasil pengamatan tersebut sesuai dengan apa yang di ujikan pada praktikum kali ini di laboratorium.






G.  Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum kali ini tentang identifikasi larutan asam/basa menguraikan pada awal percobaan pertama yaitu percobaan dengan menggunakan indikator buatan yaitu kertas lakmus warna merah pada masing-masing bahan larutan yang sudah ditentukan pada praktikum diteteskan ke dalam plat tetes dan dicelupkan potongan kecil kertas lakmus warna merah, sehingga pada masing-masing larutan tersebut mengalami peubahan warna pada kertas lakmus, larutan yang mengalami perubahan warna merah pada kertas lakmus warna biru yaitu bersifat asam contohnya pada asam klorida, asam sulfat, asam cuka, jeruk nipis, sprite, dan nanas. Sedangkan larutan yang mengalami perubahan warna biru pada kertas lakmus warna merah yaitu larutan yang bersifat basa contohnya pada larutan Natrium klorida, Kalium hidroksida, Amonium hidroksida, sabun, detergen dan sampo.
Apabila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi merah, maka larutan itu bersifat asam. Bila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi biru, berarti larutan tersebut bersifat basa. kedua lakmus (biru dan merah) warnanya tetap, maka larutan yang diuji tersebut bersifat netral.
Lakmus adalah asam lemah. Lakmus memiliki molekul yang sangat rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. “H” adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. “Lit” adalah molekul asam lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air. Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru.
Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lakmus merah
Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
b. Lakmus biru
    Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan
    basa berwarna biru.
c. Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.
Pada percobaan kedua yaitu percobaan dengan menggunakan indicator alami yaitu pada kembang sepatu, kol ungu, dan mawar merah. Pada masing-masing indicator tersebut mengalami perubahan warna yang berbeda-beda. Dan pada indicator alami dan buatan memiliki perbedaan warna yang mencolok. Pada indikator alami memiliki banyak warna yang berbeda-beda dibanding dengan menggunakan indikator buatan warna terbatas.
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang berupa kertas dan larutan.
Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang tersedia.
1.      MENURUT ARRHENIUS
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
2.      MENURUT BRONSTED-LOWRY
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh: HCl dengan Cl - merupakan pasangan asam-basa konjugasi. H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konjugasi. H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konyugasi. NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter).
3.      MENURUT LEWIS
Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron
Contoh :
dari contoh diatas BF3 bertindak sebagai asam lewis sedangkan NH3 bertindak sebagai basa lewis
Asam kuat adalah asam yang dapat terionisasi sempurna atau mendekati sempurna dalam larutannya. Sedangkan Asam lemah adalah asam yang dalam larutannya terionisasi sebagian.
a.       Ciri-Ciri umum larutan asam yaitu :
1)      Terasa masam
2)      Bersifat korosif
3)      Dapat memerahkan kertas lakmus biru
4)      Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik
5)      Menyebabkan perkaratan logam (korosif)
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.
Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
b.      Ciri-ciri umum larutan basa yaitu :
1)      Rasanya pahit
2)      Bersifat licin
3)      Dapat membirukan kertas lakmus merah
4)      Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik
5)      Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik)
Contoh asam kuat dan basa kuat
Asam kuat
Basa kuat
Asam klorida: HCl
Lithium hidroksida : LiOH
Asam bromida: HBr
Natrium hidroksida : NaOH
Asam iodida : HI
Kalium hidroksida : KOH
Asam sulfat : H2SO4
Rubidium hidroksida : RbOH
Asam nitrat : HNO3
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2
Asam perklorat : HClO4
Strontium hidroksida : Sr(OH)2
Asam klorit (HClO3)
Barium hidroksida : Ba(OH)2

H.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pengamatan pada praktikum kali ini dan pada pembahasan yang telah diuraikan dengan jelas pada percobaan tersebut, sehingga dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :
1.      Larutan asam dan basa merupakan contoh dari larutan elektrolit.
2.      contoh indikator buatan adalah fenoftalein, metil merah, metil jingga.
3.      Contoh indikator alami adalah kunyit, bunga sepatu,kulit manggis
4.      Apabila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi merah, maka larutan itu bersifat asam. Bila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi biru, berarti larutan tersebut bersifat basa. kedua lakmus (biru dan merah) warnanya tetap, maka larutan yang diuji tersebut bersifat netral.
5.      Lakmus adalah asam lemah.
6.      Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
b. Lakmus biru Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
c. Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.
7.      Teori atom menurut Arrhenius Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
8.      Teori atom menurut Bronsted-Lowry Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
9.      Teori asam menurut Lewis Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron
10.  Ciri-Ciri umum larutan asam yaitu :
a.       Terasa masam
b.      Bersifat korosif
c.       Dapat memerahkan kertas lakmus biru
d.      Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik
e.       Menyebabkan perkaratan logam (korosif)
11.  Ciri-ciri umum larutan basa yaitu :
a.       Rasanya pahit
b.      Bersifat licin
c.       Dapat membirukan kertas lakmus merah
d.      Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik
e.       Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik)
12.   Contoh asam kuat dan basa kuat
Asam kuat
Basa kuat
Asam klorida: HCl
Lithium hidroksida : LiOH
Asam bromida: HBr
Natrium hidroksida : NaOH
Asam iodida : HI
Kalium hidroksida : KOH
Asam sulfat : H2SO4
Rubidium hidroksida : RbOH
Asam nitrat : HNO3
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2
Asam perklorat : HClO4
Strontium hidroksida : Sr(OH)2
Asam klorit (HClO3)
Barium hidroksida : Ba(OH)2

13.   Hasil perubahan pada kertas lakmus merah pada asam klorida, asam sulfat, asam cuka, jeruk nipis, sprite dan nanas perubahan warnanya tetap karena kertas lakmus merah bersifat asam lemah.
14.   Hasil perubahan pada kertas lakmus biru  pada asam klorida, sam sulfat, asam cuka, jeruk nipis, sprite dan nanas perubahan warnanya merah karena kertas lakmus biru bersifat asam basa.
15.   Hasil perubahan pada kertas lakmus merah pada natrium hidroksida, kalium hidroksida, ammonium hidroksida, sabun, detergen dan shampoo. perubahan warnanya biru karena kertas lakmus merah bersifat asam lemah.
16.   Hasil perubahan pada kertas lakmus biru pada natrium hidroksida, kalium hidroksida, ammonium hidroksida, sabun, detergen dan shampoo. perubahan warnanya tetap karena kertas lakmus biru bersifat basa.
17.   Hasil dari perubahan pada indicator alami pada kembang sepatu, kol ungu, dan mawar merah memiliki warna yang berbeda-beda dan mencolok.
18.   Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang berupa kertas dan larutan.
19.  Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.
20.  Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru.
21.  Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx–.
22.   pH larutan asam kuat yaitu berkisar antara 1-3.
23.   pH larutan basa kuat yaitu berkisar antara 8-10.
24.   pH larutan netral yaitu pada angka 7.
25.   Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna.
26.   Asam umumnya merupakan senyawa kovalen.
27.   Asam kuat adalah asam yang dapat terionisasi sempurna atau mendekati sempurna dalam larutannya.
28.   Asam lemah adalah asam yang dalam larutannya terionisasi sebagian.


Daftar Pustaka
Budi, utami dkk. 2009. KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakart:Pusat Perbukuan Departemen pendidikan Nasional.
Irvan permana. 2009. KIMA SMA/MA 2 Untuk Kelas XI Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Kartimi. 2009. PANDUAN PRAKTIKUM KIMA DASAR I. Cirebon : IAIN Press.
Anonim. 2008 diakses pada pukul 21:30/10/November/2012 oleh : http://jenggaluchemistry.wordpress.com/identifikasi-asam-basa-penentuan-ph-larutan/.
Dans-loserkids.2008. diakses pada pukul 21:30/10/November/2012 oleh : http://dans-loserkids.blogspot.com/2009/06/larutan-asam-basa-dan-identifikasinya_20.html.






Lampiran
        

































Gambar. Kol ungu sebagai indicator alami
 

Gambar. Bunga mawar merah sebagai indicator alami
 







Gambar. Penumbukan pada indicator alami
 







Gambar. Nanas bahan praktikum yang akan diuji
 


Gambar. Bahan praktikum
 









Gambar. Uji coba plat tetes dengan menggunakan indicator alami pada mawar merah
 

Gambar. Larutan indicator alami yang sudah ditumbuk
 












 
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar