Sabtu, 06 September 2014

MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN KIMIA



LAPORAN PRAKTIKUM
MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN KIMIA
Dosen pengampu                   :  Kartimi, M.Pd
Asisten Praktikum       : 1. Dewi Fortuna R
 2. Lulindayati





Praktikan :
Reiza Fitri Yulia

Nim : 14121610722
IPA BIOLOGI B/1

PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012/2013


MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN KIMIA
A.    Tujuan
1.      Mengidentifikasi adanya karat akibat perubahan kimia
2.      Mengidentifikasi timbulnya gas akibat perubahan kimia
3.      Mengidentifikasi adanya endapan akibat perubahan kimia
4.      Mengidentifikasi adanya perubahan suhu akibat perubahan kimia

B.     Dasar Teori

Materi adalah segala
sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair, gas. Berdasarkan hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.
Sifat benda dapat dibedakan menjadi sifat sifik dan sifat kimia. Sifat fisik adalah sifat yang dapat diamati tanpa merubah identitas zat, sedangkan sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan kemampuan zat tersebut untuk bereaksi membentuk zat lain. Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya perubahan suhu, timbulnya gas, dan terjadinya endapan.
Sifat Kimia
Sifat yang mengubah sifat kimia suatu materi. Menerangkan bagaimana suatu materi bereaksi dengan materi yang lain membentuk suatu materi baru.
Perubahan kimia merupakan yang bersifat kekal dengan menghasilkan zat baru. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Untuk mempermudah, dapat kita lakukan percobaan sederhana. Sifat Fisika adalah Sifat yang tidak mengubah sifat kimia suatu materi. Karakteristik fisika bau, kekerasan, titik didih, wujud materi. Sifat Kimia adalah sifat yang mengubah sifat kimia suatu materi. Menerangkan bagaimana suatu materi bereaksi dengan materi yang lain membentuk suatu materi baru.
Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia :
a.       Perubahan warna
b.      Perubahan bau
c.       Pembentukan gas
d.      Timbulnya cahaya
e.       Pembentukan endapan baru
f.       Perubahan pH.
Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia dapat kita amati di alam dan di lingkungan sekitar kita. Perubahan kimia seringkali disebut reaksi kimia. Apa contoh perubahan kimia? Bagaimana ciri-cirinya? Mari kita simak pembahasannya. Beberapa Perubahan Kimia di Sekitar Kita Setiap hari kita melihat tumbuhan hijau di halaman rumah, halaman sekolah, atau di pinggir jalan. Pernahkah kamu membayangkan terjadinya perubahan kimia pada tumbuhan hijau? Jika kita amati, sebagian dedaunan pada tumbuhan yang menguning, sebagian lagi mengering, layu dan berwarna kecoklatan. Daun yang berwarna kecoklatan lama-lama akan jatuh. Sehingga di sekitar tumbuhan biasanya berserakan daun-daun kering. Proses daun yang menguning kemudian berubah menjadi kecoklatan termasuk perubahan kimia. Proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan hijau juga merupakan contoh perubahan kimia. Proses fotosintesis terjadi pada tumbuhan hijau. Pada proses ini, air dan karbon dioksida diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Reaksi kimia yang terjadi digambarkan sebagai berikut :
Air + karbon dioksida ? glukosa + oksigen
.
Glukosa yang dihasilkan pada proses fotosintesis dapat digunakan sebagai sumber energi untuk proses respirasi pada tumbuhan. Selain itu, glukosa juga disimpan sebagai cadangan makanan, misalnya pada umbi-umbian dan buah-buahan. Dengan demikian, cadangan makanan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain. Sementara itu, oksigen yang dilepaskan oleh tumbuhan dapat digunakan oleh makhluk hidup lain untuk bernapas. Perubahan kimia juga terjadi dalam kehidupan makhluk hidup lain, yaitu hewan dan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia tidak lepas dari perubahan-perubahan kimia yang terjadi di dalam tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan ini melibatkan banyak sekali perubahan-perubahan kimia yang berbeda. Sebagai contoh pada proses pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah dan dicampur dengan zat-zat lain yang dihasilkan oleh tubuh. Hasilnya, digunakan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, proses pernafasan juga melibatkan proses kimia. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk berbagai macam proses kimia.
Perubahan kimia juga dapat dilakukan di laboratorium.
Laboratorium merupakan salah satu tempat dimana perubahan kimia banyak terjadi. Dalam pengamatan di laboratorium, kita dapat melihat zat-zat baru yang terbentuk akibat perubahan kimia. Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna, dan perubahan energi. Perhatikan beberapa contoh berikut :
a.       Pembentukan gas
Gas dapat terbentuk bila kita tambahkan kapur tulis kedalam larutan asam klorida. Gas tersebut adalah karbon dioksida.
b.      Pembentukan endapan
Suatu larutan dapat bereaksi dengan larutan lain membentuk endapan (padatan). Reaksi ini disebut reaksi pengendapan. Sebagai contoh, reaksi antara larutan kalsium nitrat dengan larutan natrium karbonat. Bila kedua larutan ini dicampur, maka akan terbentuk endapan kalsium karbonat yang berwarna putih.
c.       Perubahan warna
Perubahan warna dapat menunjukkan telah terjadinya perubahan kimia. Perhatikan ketika kamu membakar kertas. Semula kertas berwarna putih, tetapi setelah dibakar berubah menjadi arang dan timbul asap pada saat api padam. Contoh lainnya, tembaga karbonat (berwarna hijau) yang bila dipanaskan akan berubah menjadi tembaga oksida (berwarna kehitaman) dan gas karbon dioksida.
d.      Perubahan energi
Ketika terjadi perubahan kimia, energi yang dimiliki oleh suatu zat berubah. Energi tersebut bisa bertambah atau berkurang. Energi yang dimiliki oleh zat bertambah bila zat itu menerima energi dari lingkungannya. Sebagai contoh reaksi fotosintesis pada tumbuhan hijau yang telah disebutkan di atas. Energi didapatkan tumbuhan dari sinar matahari. Contoh lain ketika memasak makanan. Energi panas diterima makanan sehingga menjadi matang. Sebaliknya, energi yang dimiliki oleh zat berkurang bila zat itu melepaskan energi ke lingkungannya. Sebagai contoh, kembang api yang dibakar melepaskan energi panas ke lingkungan, yaitu udara di sekitar kembang api.
Bagaimana dengan perubahan kimia yang terjadi di rumahmu? Kita mungkin tidak menyadari bahwa banyak sekali perubahan kimia yang terjadi di rumah kita. Sebagai contoh, ketika kita menggoreng telur. Telur matang memiliki warna dan wujud yang berbeda dengan telur mentah. Telur mentah yang semula berwujud cair berubah menjadi padat ketika sudah matang. Putih telur yang semula bening atau tidak berwarna berubah menjadi putih. Bahkan putih telur berwarna kecoklatan di bagian pinggirnya bila digoreng terlalu lama. Perubahan kimia juga terjadi pada keadaan berikut ini. Pada suatu malam listrik di rumah kita padam. Apa yang akan kita lakukan? Biasanya kita menyalakan korek api untuk menyulut lilin. Ketika korek api dinyalakan maka terjadi perubahan kimia. Api membakar batang korek api menjadi arang yang berwarna kehitaman.
Perhatikan pagar besi yang ada di rumah atau sekolahmu. Adakah bagian besi yang berkarat? Karat pada besi terjadi akibat reaksi kimia antara besi dengan oksigen dan uap air di udara. Pembentukan karat pada besi juga termasuk perubahan kimia.
Setiap hari kita melihat mobil atau sepeda motor melintasi di jalan raya. Mesin mobil membutuhkan bahan bakar, misalnya bensin atau solar. Bensin yang bercampur dengan udara dibakar didalam mesin mobil sehingga timbul panas. Energi hasil pembakaran sebagian digunakan untuk menggerakkan mobil. Zat baru yang dihasilkan dari pembakaran tersebut dibuang melalui knalpot sebagai gas buang.
Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Kimia Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh perubahan kimia. Perubahan kimia dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, perubahan kimia dapat terjadi akibat pembakaran. Kedua, perubahan kimia dapat terjadi karena pencampuran zat. Ketiga, perubahan kimia dapat juga terjadi akibat adanya aliran listrik. Perubahan kimia akibat pembakaran dapat diamati pada pembakaran kertas atau pembakaran kayu untuk bahan bakar. Pada perubahan kimia ini, energi panas diberikan pada zat sehingga terbentuk zat baru. Pada pembakaran kertas dan kayu, zat baru yang terbentuk adalah arang (mengandung karbon), dan gas yang lepas sebagai asap.
Perubahan kimia dapat juga terjadi akibat pencampuran dua macam zat atau lebih yang menghasilkan zat baru. Sebagai contoh natrium hidroksida dicampur dengan asam klorida membentuk natrium klorida dan air.
Perubahan kimia dapat terjadi akibat adanya aliran listrik. Sebagai contoh ketika mengisi ulang aki kendaraan. Aliran listrik mengakibatkan reaksi kimia dalam aki, sehingga aki dapat digunakan kembali.


C.    Alat dan Bahan
1.      Alat :
a.       Kapas                                                  1 gumpal kecil
b.      Paku                                                    2 buah
c.       Kaca arloji                                           1 buah
d.      Gelas kimia                                         2 buah
e.       Tabung reaksi                                      1 buah
f.       Pipet tetes                                           1 buah
g.      Serbuk besi                                          secukupnya
2.      Bahan :
a.       Cuka                                        100 ml
b.      Larutan NaOH                                    20 tetes

D.    Langkah Kerja
1.      Kegiatan 1
a.       Disiapkan sebuah paku dan segumpal kecil kapas
b.      Paku dibalut dengan kapas tersebut, kemudian diteteskan cuka ke kapas tersebut dengan memakai pipet tetes, simpan di atas kaca arloji (diamkan selama 5 menit)
c.       Dicatat dan amati perubahannya
d.      Apa yang dapat kamu amati setelah paku bersentuhan dengan cuka? Apakah terbentuk zat baru? Jika ya, apakah zat baru itu?
2.      Kegiatan 2
a.       Disiapkan sebuah gelas kimia yang bersih
b.      Dimasukkan larutan cuka 50 ml ke dalam gelas kimia tersebut
c.       Dimasukkan paku kedalam gelas kimia yang telah berisi larutan cuka
d.      Diamkan selama 5 menit
e.       dicatat dan amati perubahan yang terjadi
f.       Apa yang dapat kamu amati ketika paku besi direndam di dalam cuka?
Apakah dihasilkan zat baru? Jika ya, apakah zat baru itu?

3.      kegiatan 3
a.       Siapkan sebuah gelas kimia, cuka dan serbuk besi yang akan digunakan
b.      Masukkan larutan cuka 50 ml ke dalam gelas kimia, kemudian tambahkan serbuk besi
c.       Aduk dengan pengaduk
d.      Diamkan selama 5 menit
e.       Catat dan amati perubahan yang terjadi
f.       Apa yang dapat kamu amati ketika serbuk besi direndam di dalam cuka?
Apakah dihasilkan zat baru? Jika ya, apakah zat baru itu?


E.     HASIL PENGAMATAN

No.
Bahan
Keadaan Awal
Keadaan Akhir
1
cuka+Paku
Tidak ada reaksi
Tidak terlarut dalam air menggumpal dan warnanya berubah menjadi kehitam abu-abuan
2
Cuka+Serbuk Besi
Tidak ada reaksi
Paku berubah warna kuning keemasan dan paku berkarat
3
Besi asetat+NaOH
Tidak ada reaksi
Paku tidak berubah menjadi berkarat













F.     HASIL PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan praktikum kali ini tentang mengidentifikasi perubahan kimia menguraikan bahwa awal percobaan yaitu berdasarkan  percobaan  kegiatan 1, mendeskripsikan bahwa keadaan paku yang semula-mula di balut dengan kapas pada bagian ujungnya kemudian ditetesi larutan NaOH sebanyak 20 tetes dengan menggunakan pincet dan di diamkan selama 5 menit setelah di amati tidak mengalami perubahan fisis pada paku dan tidak mengalami korosi.
Berdasarkan  percobaan pada kegiatan 2 ketika sebuah paku dicelupkan ke dalam gelas kimia yang berisi 50 ml larutan asam cuka dan di diamkan selama 5 menit setelah diamati mengalami perubahan, perubahan yang terjadi  yaitu berkaratnya besi karena besi merupakan unsur senyawa yang mudah bereaksi sehingga besi tersebut menjadi korosi.
Berdasarkan percobaan pada kegiatan 3 mengidentifikasi bahwa suatu serbuk besi yang dilarutkan ke dalam gelas kimia yang berisi 10 ml larutan asam cuka mengalami perubahan, perubahan yang terjadi yaitu menggumpalnya suatu zat dan mengendap. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besi dapat diuraikan dan mengalami perubahan kimia. Perubahan kimia yaitu perubahan suatu zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri perubahan kimia yaitu meliputi :
a.       Perubahan warna
b.      Perubahan bau
c.       Pembentukan gas
d.      Timbulnya cahaya
e.       Pembentukan endapan baru
f.       Perubahan pH
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair, gas. Berdasarkan hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.
Laboratorium merupakan salah satu tempat dimana perubahan kimia banyak terjadi. Dalam pengamatan di laboratorium, kita dapat melihat zat-zat baru yang terbentuk akibat perubahan kimia. Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna, dan perubahan energi. Perhatikan beberapa contoh berikut :

e.       Pembentukan gas
Gas dapat terbentuk bila kita tambahkan kapur tulis kedalam larutan asam klorida. Gas tersebut adalah karbon dioksida.
f.       Pembentukan endapan
Suatu larutan dapat bereaksi dengan larutan lain membentuk endapan (padatan). Reaksi ini disebut reaksi pengendapan. Sebagai contoh, reaksi antara larutan kalsium nitrat dengan larutan natrium karbonat. Bila kedua larutan ini dicampur, maka akan terbentuk endapan kalsium karbonat yang berwarna putih.
g.      Perubahan warna
Perubahan warna dapat menunjukkan telah terjadinya perubahan kimia. Perhatikan ketika kamu membakar kertas. Semula kertas berwarna putih, tetapi setelah dibakar berubah menjadi arang dan timbul asap pada saat api padam. Contoh lainnya, tembaga karbonat (berwarna hijau) yang bila dipanaskan akan berubah menjadi tembaga oksida (berwarna kehitaman) dan gas karbon dioksida.
h.      Perubahan energi
Ketika terjadi perubahan kimia, energi yang dimiliki oleh suatu zat berubah. Energi tersebut bisa bertambah atau berkurang. Energi yang dimiliki oleh zat bertambah bila zat itu menerima energi dari lingkungannya.
G.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan tersebut yang dilakukan di laboratorium kimia tentang mengidentifikasi perubahan kimia, sehingga dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :
1.      Korosi adalah peristiwa berkaratnya suatu unsur zat tersebut bereaksi dengan zat lain
2.      Perubahan kimia yaitu perubahan suatu zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru.
3.      besi dapat diuraikan dan mengalami perubahan kimia.
4.      Sifat benda dapat dibedakan menjadi sifat sifik dan sifat kimia
5.      Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya perubahan suhu, timbulnya gas, dan terjadinya endapan.
6.      Perubahan kimia merupakan yang bersifat kekal dengan menghasilkan zat baru. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia
7.      Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia :
a.       Perubahan warna.
b.      Perubahan bau.
c.       Pembentukan gas.
d.      Timbulnya cahaya.
e.       Pembentukan endapan baru.
f.       Perubahan pH.
8.      Hasil dari cuka ditambahkan dengan paku yaitu tidak terlarut dalam air menggumpal dan warnanya berubah menjadi kehitam abu-abuan.
9.      Hasil dari cuka ditambahkan dengan serbuk besi yaitu paku berubah warna kuning keemasan dan paku berkarat.
10.  Hasil dari besi ditambahkan dengan NaOH yaitu paku tidak berubah menjadi berkarat.




DAFTAR PUSTAKA

Drs. K. Adi Gunawan Roeswati, 2005. Tangkas Kimia. Surabaya : Kartika
Kartimi, 2012. Panduan Praktikum Kimia Dasar I. Cirebon : IAIN Press
Anonim. Diakses oleh : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ruang-lingkup-ilmu-kimia/perubahan-fisika-dan-kimia-2/12/oktober/2012/21:30/
Dismas Bobby.2011. diakses oleh :  http://dismasbobby.blogspot.com/2011/02/perubahan-fisika-dan-kimia.html/12/oktober/21.30/











LAMPIRAN
























Gambar. Paku alat untuk percobaan
 


Gambar. Paku dimasukkan kedalam larutan cuka
 
















 












































Gambar. Hasil percobaan pada serbuk besi berwarna kehitaman terdapat endapan
 

Gambar. Serbuk besi menggumpal ketika dilarutkan kedalam gelas kimia yang berisi larutan cuka
 

 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar