Sabtu, 07 November 2015

MATERI HEREDITAS MANUSIA



BAB 4
HEREDITAS MANUSIA



U
ntuk mempelajari genetika manusia, biasanya diguna-kan pedigree (peta silsilah), yaitu catatan asal-usul seseorang mulai dari nenek moyang sampai generasi berikutnya dan menerapkan hasil penelitian genetika hewan. Hal itu dikarenakan antara hewan dan manusia mengandung persama-an sifat dan karakter.
Setiap individu yang lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir “specific genen. Bawaan/ warisan atau hereditas tersebut berasal dari kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa. Bawaan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua ibu-bapak atau kakek-nenek.
Hereditas adalah
suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk kepada keturunan melalui gen dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Pendapat ini dicetuskan oleh Witherington. 
Sedangkan menurut Wikipedia, hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.
Faktor hereditas meliputi:
1.      bentuk tubuh dan warna kulit,
2.      sifat-sifat,
3.      intelegensi,
4.      bakat,
5.      penyakit.



A.     Penentuan Jenis Kelamin


Kromosom pada manusia terdapat 46, atau 23 pasang yang terdiri dari 2 jenis kromosom, yaitu kromosom autosom, dan kromosom ganosom. Kromosom autosom yaitu kromosom yang menyusun anggota tubuh, sedangkan kromosom ganosom yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada manusia. Lebih jelasnya kromosom ganosom terdiri dari 2 jenis, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Kromosom X yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada wanita, sedangkan kromosom Y yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada pria. Susunan rumus kromosom pada Pria yaitu 22AA+XY sedangkan pada wanita yaitu 22AA+XX. Penentu jenis kelamin pada manusia yaitu ialah sel sperma, sel sperma penentu jenis kelamin pada bayi. Sel sperma memiliki 2 rumusan susunan kromosom yaitu 22A+X (penentu jenis kelamin wanita pada bayi) atau 22A+Y (penentu jenis kelamin pria pada bayi).

B.     Penyakit Menurun


A
da beberapa penyakit yang diwariskan oleh kedua orang tua kepada anaknya. Penyakit ini disebut penyakit menurun. Umumnya, penyakit menurun bersifat resesif yang hanya muncul pada keadaan homozigot resesif, sedangkan yang bersifat heterozigot adalah normal carier (pembawa sifat). Penyakit/cacat ini ada yang diwariskan melalui autosom dan kromosom seks.
1.      Kromosom tubuh (autosom)
a.       Albino
Albino adalah kelainan akibat kulit tidak mampu mempro-duksi pigmen kulit (warna kulit). Pen-derita albino ditandai dengan proses pig-mentasi yang tidak normal pada kulit dan bagian tubuh yang lain. Penderita albino mudah silau, karena matanya sangat peka terhadap sinar yang memiliki intensitas tinggi, seperti sinar matahari.
Contoh
Pasangan normal heterozigot (normal carier) kawin dengan pasangan normal heterozigot (normal carier), memiliki kemungkinan 25%, keturunannya adalah albino. Apabila gen A = gen yang menyebabkan pembentukan pigmentasi gen a = gen yang tidak menyebabkan pembentukan pigmentasi

Orangtua
Normal       ><     Normal
Aa                    Aa


Sperma  A                                a
AA
Normal
Aa
Normal
(pembawa sifat)
Aa
Normal
(pembawa sifat)
Aa
Albino
Sel telur
A


a


b.      Diabetes Melitus
Diabetes melitus atau penyakit kencing manis, diketahui seba-gai suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun ter-utama pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan juga protein dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut disebabkan kurangnya produksi hormon insulin, yang dipeilukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga serta sintesis lemak. Diabetes melitus ini terjadi ketika gen dalam keadaan resesif.
Contoh
Diketahui jika gen D merupakan gen merupakan normal, gen d merupakan seseorang menderita diabetes melitus. Jika perkawinan seorang pria normal dengan wanita penderita diabetes melitus. Maka kemungkinan anak yang menderita penyakit diabetes melitus adalah...
 Orangtua
Normal       ><       Normal
Dd                   Dd
                                    
                        Sperma  D                                d

DD
Normal
Da
Normal (pembawa sifat)
Dd
Normal  (pembawa sifat)
dd
diabetes melitus
Sel telur
D

d
perbandingan  normal 3:1 diabetes melitus
presentase keturunan diabetes melitus
Tahukah Anda?

Pernikahan dengan keluarga dekat memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memperoleh gen resesif dan pada keturunannya dan dikhawatirkan membawa sifat penyakit menurun.
 
c.       Ganguan mental
Penyakit yang termasuk gangguan mental, yaitu debil, imbesil, dan idiot.  Cacat menurun ini
disebabkan karena seseorang tidak punya enzim yang mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Akibatnya terjadi penimbunan fenilalanin dalam darah dan diubah menjadi asam fenilpiruvat. Tingginya kadar fenilpiruvat menghambat perkembangan dan fungsi otak. Kelainan ini sering disebut phenilketouria (PKU) karena banyaknya kandungan residu fenilpiruvat yang terdapat pada urine.
Ciri-ciri gangguan mental yaitu adanya gejala kebodohan, refleks lamban, dan kekurangan pigmen. Gangguan mental umumnya berasal dari pasangan yang kedua orang tuanya normal heterozigot atau normal carier.
Contoh:
Apabila I = normal
i = gangguan mental
maka pasangan ayah normal carrier dan ibu carier maka akan memiliki keturunannya adalah..
parental = Ii >< Ii
Gamet =   I, i     I, I
Kombinasi keturunannya: II, Ii = normal dan
ii = gangguan mental.

d.      Kebotakan
Kebotakan merupakan kelainan yang me-nyebabkan seseorang tidak memilik
i rambut. Gen-gen yang menyebabkan kebotakan pada manusia. Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan B dan gen b yang menyebabkan rambut normal. Genotip BB orang yang botak, Bb ekspresinya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki ekspresinya botak, sedangkan pada perempuan tidak karena hormon estrogen yang dimiliki perempuan menutup sifat kebotakan tersebut.
Contoh:
Gen BB menyebabkan botak pada pria gen Bb menyebabkan botak pada pria dan Bb tidak menyebabkan botak pada wanita. Gen bb menyebabkan keturunan normal. Jika seorang pria botak menikah dengan wanita normal maka kemungkinan keturunannya adalah
P = XBBY   XbXb
G = XB, YB  Xb
F1= XBXb, XBbY
Kombinasi keturunannya: Bb= Wanita Normal dan
Bb = pria botak.
e.       Tay-asachs
Dibawa oleh homozigot resesif (tt). Penderita ini, otaknya mengandung suatu glikolipid
yang komplek yang disebut gangliosida dalam kadar yang tinggi (abnormal). Tidak adanya enzim heksosa-aminidase A untuk merombak gangliosida, sehingga gangliosida terdapat di otak.
Ciri-ciri Tay-asachs adalah lambatnya per-kembangan mental, kelumpuhan, gila, kebutaan, penderita biasanya mati pada waktu bayi atau hanya bertahan pada usia sekitar 4 tahun, dan gangguan intelegensi serta saraf.
Contoh
Jika gen TT merupakan gen normal dan tt merupakan gen yang menyebabkan seseorang menderita penyakit Tay-Sachs. Seorang wanita normal carier menikah dengan seorang pria penyakit Tay-asachs, kemungkinan keturunnya adalah...
P = XttY     XTXt
G = Xt, Yt  XT, Xt
F1= XTXt, XTXT, XTtY, XttY
Kombinasi keturunannya:
XTXT wanita normal
XTXt wanita normal carier
XTtY laki-laki normal
XttY laki-laki penderita Tay-Sachs.
f.       Galaktesomia
Kelainan metabolism pada bayi yang disebabkan oleh gen homozigot resesif (gsgs). Penyakit ini berakibat tidak dapat mengubah galaktosa pada ASI menjadi glukosa.
Contoh
perkawinan dari suami normal dengan wanita penderita galaktesomia, kemungkinan keturunan yang normal sebanyak...
penyelesaian:
P = XGSYGS                ><            XgsXgs
G = XGS, YGS, Xgs,
F1= XGSXgs, XGSYgs
Kombinasi keturunannya:
XGSXgs wanita normal carier
XGSYgs laki-laki normal
g.       Hemoglobin lepore
Merupakan kelainan yang terjadi pada hemoglobin yang timbul sebagai hasil pindah silang sebagai hasil pindah silang yang tidak sama antara gen-gen yang menentukan sintesis ratai dan rantai delta. Dalam keadaan heterozigot (Ll) menderita anemia ringan (lepore), homozigot dominan (LL) maka normal dan keadaan homozigot resesif (ll) menderita anemia hebat dan bersifat letal.
Contoh
Jika gen LL merupakan gen normal Ll gen yang menyebabkan seseorang menderita penyakit anemia ringan, dan gen ll yang menyebabkan letal. Jika perkawinan dari pria menderita penyakit anemia ringan (Ll) dengan wanita anemia ringan (Ll) maka keturunnya...
Penyelesaian:
 Orangtua
Penderita anemia ringan          ><             Penderita anemia ringan
Ll                     Ll
                                   
                                                             Gamet= L, l, dan L, l
Sperma  L                                 l
LL
Normal
Ll
Penderita anemia ringan
Ll
Penderita anemia ringan
ll
letal
Sel telur
L

l


h.      Anemia sel sabit
Kelainan menurun yang paling umum di antara keturunan Afrika adalah penyakit adalah peny akit sel-sabit (sickle-cell disease), yang me-nyerang satu dari 400 orang Afrika-Amerika. Penyakit sel-sabit disebabkan oleh pergantian satu asam amino dalam protein hemoglobin sel darah merah. Ketika kandungan oksigen dalam darah penderita rendah, molekul hemoglobin sabit beragregasi membentuk tangkai panjang yang merusak bentuk sel darah merah menjadi seperti sabit.
Kelainan ini disebabkan oleh gen homozigot dominan.

Genotipe
Fenotipe
Keterangan
SS
Anemia sel sabit
Mati sebelum dewasa
Ss
Carrier anemia sel sabit
Tidak menderita anemia
ss
Normal
Sehat
Pada penderita anemia sel sabit ini, Hb S (Hemoglobin Sickle Cell) mengendap pada daerah tertentu di eritrosit, sehingga eritrosit bentuknya seperti bulan sabit dan afinitas terhadap oksigen rendah.

Contoh
Jika seorang suami dan istri carier, maka kemungkinan anaknya yang lahir adalah...
Penyelesaian:
P= XSYs  ><   XSXs
G= XS, Ys, XS, Xs
F1= XSXS, XSXs, XSsY, XssY
Kombinasi keturunannya:
XSXS wanita menderita sel sabit (letal)
XSXs wanita normal carier
XSsY laki-laki normal
XssY laki-laki normal
i.        Alcaptonuria
Merupakan kelainan yang disebabkan gen homozigot resesif. Pada penderita ini air kencing menjadi hitam atau coklat karena tidak memiliki enzim yang dapat mengubah alkapton menjadi aseto-asetat.
Contoh
Perkawinan dari suami normal heterozigot (Aa) dengan istri penderita alcaptonuria (aa). Maka kemungkinan anak yang menderita penyakit alcaptonuria sebanyak...
Penyelesaian:
P = XAaY   XaXa
G= XA, Xa, YA, Ya, Xa
F1= XAXa, XaXa, XAaY, XaaY
Kombinasi keturunannya:
XAXa wanita normal carier
XaXa wanita menderita
XAaY laki-laki normal
XaaY laki-laki menderita
Kemungkinan anak yang menderita alcaptonuria sebanyak
j.        Talasemia
Talasemia merupakan kelainan dimana sel darah merah seseorang berbentuk tidak beraturan

, kadar Hb sedikit sehingga penderita sering kekurangan oksigen (hipoksemia). Cacat ini disebabkan oleh gen dominan.
Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor (ThTh) dan talasemia minor (Thth). Sel darah merah penderita talasemia mayor semua berbentuk tidak beraturan dan umumnya letal. Sedangkan pada penderita tallasemia minor sebagian sel darah merahnya berbentuk tak beraturan. Penderita bisa bertahan hidup dengan melakukan transfusi reguler.
Penderita talasemia mayor lahir  dari perkawinan antar penderita talasemia minor.
Contoh
Perkawinan dari sepasang suami istri penderita talasemia minor maka kemungkinan anak yang dilahirkan normal dan letal sebanyak...
P = Thth     ><        Thth
G = Th,th               Th,th
F1= ThTh, Thth, Thth, thth
Kombinasi keturunannya:
ThTh          menderita talasemia mayor (letal)
Thth           talasemia minor
Thth           talasemia minor
thth                        normal
Kemungkinan anak yang menderita talasemia mayor  sebanyak  sedangkan keturunan normal sebanyak 

k.      Cystic fibrosis
Apabila seorang ibu berfenotip heterozigot dan bapak homozigot dominan, maka kelainannya homozigot resesif (cfcf). Penyakit ini ditandai dengan kelainan dalam metabolism protein yang barakibat pada rusaknya organ pancreas dan paru-paru.
Gejala penyakit menurun ini adalah nafsu makan bertambah, saluran pancreas tersumbat oleh lender sehingga mengganggu aliran enzim yang dibutuhkan dalam pencernaan makanan, penderita juga mengalami kesulitan bernafas.
Contoh
Jika gen CFCF merupakan gen yang menyebabkan seseorang normal gen cfcf menyebabkan seseorang menderita kelainan cystic fibrosis. Bayu memiliki gen cfcf menikah dengan jaenab yang memiliki gen CFcf. Maka keturunan yang dilahirkan adalah...
Penyelesaian:
P= Bayu           ><        Jaenab
                 XcfYcf                      XCFXcf
G = Xcf, Ycf                   XCF, Xcf
F1 = XCFXcf, XcfXcf, XCFcfY, XcfcfY
Kombinasi keturunannya:
XCFXcf  wanita normal carier
XcfXcf    wanita menderita cystic fibrosis
 XCFcfY laki-laki normal
XcfcfY lak-laki menderita cystic fibrosis

l.        Cystinuria
Yaitu terjadinya penumpukan asam amino sistein yang sulit larut, sehingga menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan C dalam keadaan homozigot dominan (CC), orang yang bergenotip Cc dan cc normal.
Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.
Contoh
Dani menderita cystinuria menikah dengan dian yang normal tetapi memiliki sifat pembawa penyakit cystinuria. Bagaimana keturunannya..
Penyelesaian
 P= Dani           ><        Dian
                 XCYC                      XCXc
G = XC, YC                   XC, Xc
F1 = XCXC, XCXc, XCCY, XCcY
Kombinasi keturunannya:
XCXC            wanita menderita Cystinuria
XCXc            wanita normal heterozigot
XCCY        laki-laki normal
XCcY         laki-laki normal

m.    Brakidaktili, Polidaktili dan Sindaktili
Cacat ini menyerang jari kaki dan tangan. Brakidaktili adalah cacat yang menyebabkan jari-jari menjadi pendek. Kelainan ini bergenotip Bb, individu bergenotip BB bersifat letal dan genotip bb bersifat normal. sedangkan Sindaktili adalah cacat yang menyebabkan jari-jari tangan atau kaki saling berlekatan dengan fenotip Ss. Polidaktili adalah cacat yang menyebabkan jumlah jari lebih dari lima dengan individu normal berfenotip pp.
Contoh 1
Seorang pria memiliki jumlah jari tangan 6 (penderita brakidactili) dengan wanita normal. Maka keturunannya...
Penyelesaian
P =  XBbY      ><    XbbX

G = XB, Xb, YB, Yb    dan Xb
F1 = XBbX, XbbX, XbbY, XbbY
Kombinasi keturunan
XBbX wanita brakidactili
XbbX  wanita normal
XbbY  pria normal
XbbY  pria brakidactili
Contoh 2
Seorang wanita sindaktili menikah dengan pria normal, maka keturunan yang lahir normal sebanyak...
Keturunan normal sebanyak    
Penyelesaian
P =  XssY     ><   XSsX

G = Xs, Ys,     dan XSXs
F1 = XSsX, XssX, XSY, XsY
Kombinasi keturunan
XSsX  wanita sindactili
XssX  wanita normal
XSsY  pria sindactili
XssY  pria normal
Contoh 3
Seorang wanita polidactili menikah dengan pria normal, maka keturunan yang lahir normal sebanyak...
Keturunan normal sebanyak    

Penyelesaian
P =  XppY     ><  XPp

G = Xp, Yp,    dan XPXp
F1 = XPpX, XppX, XPpY, XPPY
Kombinasi keturunan
XSsX  wanita Polidactili
XssX  wanita normal
XSsY  pria polidactili
XssY  pria normal

2.      Kromosom X pada kromosom seks (gonosom)

a.       Hemofilia
Hemofilia adalah sifat ketidakmampuan darah untuk membeku. Apabila penderita hemofilia terluka dan terjadi pendarahan, darah sukar membeku sehingga penderita kehilangan banyak darah dan dapat berakibat fatal. Seperti juga buta warna, hemofilia tergolong penyakit menurun tang tertaut kromosom kelamin (sex linkage).
Mortalitas penderita hemofilia tergolong tinggi, terutama pada anak-anak. Apabila seorang pria penderita hemofilia bertahan hidup dan selamat hingga perkawinan, maka dia akan menurunkan anak wanita yang normal namun membawa sifat hemofilia. Kemudian, anak-anak wanita keturunannya ini akan menurunkan hemofilia kepada sebagian anak laki-lakinya, sehingga sebagian anak laki-lakinya ada yang menderita hemofilia.
Hemofilia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku. penderita hemofilia jika terluka darahnya akan membeku sekitar 50 mnt – 2 jam, hal ini akan mengakibatkan penderita mengalami kehilangan banyak darah dan dapat menimbulkan kematian.
Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut kromosom X. Contoh silsilah penyakit hemofilia adalah pada keluarga kerajaan Eropa. Ratu Victoria dari Inggris menderita hemofilia.
Penyakit hemofilia ada dua jenis, yaitu sebagai berikut.
1)      Hemofilia A, yaitu penderita tidak memiliki faktor pembeku darah yang disebut FAH (faktor antihemofilia).
2)      Hemofilia B, yaitu penderita tidak memiliki faktor KPT (Komponen Plasma Tromboplastin). Untuk memperjelas penurunan penyakit hemofilia, dapat mengamati tabel berikut:
Genotif dan Fenotif Hemofilia pada laki-laki dan perempuan
Genotif
Fenotif
Keterangan
XHXH
Wanita Normal
-
XHXh
Wanita Pembawa Karrier
-
XhXh
Wanita Hemofilia
Bersifat letal, meninggal sebelum dewasa
XHY
Pria Normal
-
XhY
Pria Hemofilia
-

Contoh           
Apabila seorang wanita normal (carrier) menikah dengan laki-laki normal, maka:
P          :     XHXh            ><             XHY
Gamet : XH     dan Xh             XH dan Y
F1        : XHXH, XHY, XHXh, XhY
XHXH (wanita normal), XHY (Pria Normal), XHXh (Wanita Normal),  XhY (Pria Hemofilia)
Sehingga, presentase pria hemophilia adalah 25%, dan presentase anak perempuan normal adalah 50%.



Kegiatan Diskusi
(Rasa Ingin Tahu dan Kecakapan Sosial)
1. Buatlah kelompok diskusi yang terdiri atas 3–4 siswa.
2. Buatlah peta silsilah yang menggambarkan dimunculkannya keturunan yang bergenotipe wanita normal, wanita carier, wanita haemofili, pria normal, dan pria haemofili.
3. Mengapa tidak pernah terdapat wanita haemofili?
4. Mengapa meneliti genetika manusia harus digunakan pedigree dan tidak meneliti objek secara langsung?
5. Diskusikan dengan kelompok kalian.
 
b.      Buta warna
Buta warna adalah penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan warna merah dengan biru, atau kuning dengan hijau. Disebabkan oleh gen resesif cb (color blind), gen buta warna terpaut pada kromosom X.
Buta warna dapat kita tes dengan tes Ishihara, dimana lingkaran-lingkaran berwarna yang beberapa diantaranya dirancang agar ada tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak dapat dilihat oleh penderita buta warna.
Untuk lebih jelas dapat mengamati tabel pewarisan buta warna pada manusia.
Pewarisan pada ♂ dan ♀
♂ Normal
♂ cb
X
Y
Xcb
Y
♀ Normal
X
XX
XY
XcbX
XY
X
XX
XY
XcbX
XY
♀ Carrier
Xcb
XcbX
XcbY
XcbXcb
XcbY
X
XX
XY
XcbX
XY
♀ cb
Xcb
XcbX
XcbY
XcbXcb
XcbY
Xcb
XcbX
XcbY
XcbXcb
XcbY
c.       Keterangan :
d.      Genotif XX : menunjukkan wanita normal
e.       Genotif XcbX : menunjukkan wanita carrier buta warna
f.       Genotif XcbXcb : menunjukkan wanita buta warna
g.       Genotif XY : menunjukkan laki-laki normal
h.      Genotif XcbY : menunjukkan laki-laki buta warna.
Contoh
Seorang pria penderita buta warna (cb) merah dan hijau beristrikan wanita normal, tetapi pembawa sifat buta warna (carier). Tentukan presentase anak-anak yang mungkin lahir.
Penyelesaian
P =  XcbY       XXcb
G = X, Ycb,    dan Xcb, Y
F1 = XXcb, XcbXcb, XY, XcbY

Kombinasi keturunan
XXcb              wanita normal carier
XcbXcb                        wanita penderita buta warna
XY                pria normal
XcbY              pria penderita buta warna
Rasio fenotip 1 50 % anak normal dan 50 % buta warna

\
Kegiatan Diskusi
(Rasa Ingin Tahu dan Kecakapan Sosial)
1. Buatlah kelompok diskusi yang terdiri 4–5 siswa.
2. Buatlah bagan persilangan yang memunculkan wanita normal, wanita buta warna, wanita carier, pria buta warna, dan pria normal.
3. Mengapa tidak pernah terdapat pria carier?
4. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit buta warna.
5. Diskusikan dengan kelompok kalian.
 

c.       Anodontia
Anodontia dalah kelainan yang dibawa oleh kromosom X dan muncul dalam keadaan resesif. kelainan ini menyebabkan penderita tidak memiliki gigi (ompong).
contoh
Seorang pria penderita anodontia beristrikan wanita normal, tetapi pembawa anodontia (carier). Tentukan presentase anak-anak yang mungkin lahir.
Penyelesaian
P =  XaaY       XXa

G = Xa, Ya,     dan X, Xa
F1 = XXa, XaXa, XAaY, XaaY
Kombinasi keturunan
XXa               wanita normal carier
XaXa              wanita penderita anodontia
XAaY              pria normal
XaaY              pria penderita anodontia
d.      sindrom edwars
Sindrom Edward adalah sindrom yang terjadi karena kelebihan kromosom ke-18 (trisomi 18) ketika terjadi pembuahan. Sindrom ini biasanya terjadi sebanyak 1 dari 3.000 bayi baru.
Nama lain untuk sindroma ini adalah sindrom trisomi 18. Nama sindrom Edwards diambil dari nama seorang ahli genetika Inggris, John Hilton Edwards. Sindrom ini mengenai 1 dari 8000 bayi baru lahir. Ciri-ciri manusia yang memiliki Sindrom Edwards antara lain sebagai berikut.
Tambahan kromosom pada pasangan kromosom 18 (trisomi 18), Berat badan lahir rendah, Gagal tumbuh kembang, Pertumbuhan rambut yang berlebihan (hipertrikosis), Kelainan jantung, pembuluh darah dan ginjal, Kelainan tulang tengkorak dan wajah, Kepala yang abnormal kecil (mikrosefali), Rahang yang abnormal kecil (mikrognatia), Leher lebar (webbed neck), Telinga letak rendah, Bersifat letal.
e.       Sindrom jacob
Sindrom Jacobs merupakan kelainan yang terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sel sperma dengan kromosom YY (akibat mengalami gagal berpisah pada kromosom seksnya) Pembuahan tersebut menghasilkan keturunan dengan 47 kromosom terdiri atas 44 autosom dan 3 kromosom seks, yaitu XYY.
Ciri-ciri: laki-laki berperawakan tinggi, bertubuh normal, IQ di bawah normal (80-95), wajah menakutkan, agresif, dan berperilaku kasar.
f.       Sindrom klinefelter
Sindrom klinefelter merupakan kelainan genetik yang terdapat dalam seorang pria. Dalam sindrom klinefelter terdapat pertumbuhan seks sekunder yang ditandai dengan tidak berkembangnya seks primer seperti penis dan testis yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada pria seperti lainya.
g.       Sindrom down
Sindrom Down ditemukan oleh Longdon Down tahun 1866. Ciri-ciri manusia yang memiliki Sindrom Down antara lain sebagai berikut.
1)      kariotipe 47, XX atau 47, XY
2)      mongolism, bertelapak tebal seperti telapak kera
3)      mata sipit miring ke samping
4)      bibir tebal, lidah menjulur, liur selalu menetes
5)      gigi kecil-kecil dan jarang
6)      I. Q. rendah (± 40 ). Sindroma Down rumus  (45+XY)
h.      Sindrom turner
Penyebab kelainan sindrom turner ini adalah tidak mendapatkan kromosom Y; terjadi karena ada nondisjunction pada spermatogenesis sehingga sperma yang dihasilkan adalah sperma XY dan sperma O. Sperma O (tidak mempunyai kromosom kelamin) kemudian membuahi ovum X, maka terbentuklah individu 44A + X.
Ciri-ciri: jenis kelamin wanita, mengalami ovaricular-disgenesis (ovarium tidak tumbuh) sehingga mandul, kehilangan satu kromosom X, payudara tidak
tumbuh.
i.        Pria XXY
Pria XYY pada umumnya lebih agresif dibanding laki-laki normal dan suka berbuat jahat dan melanggar norma. Pria ini memiliki 2 kromosom Y kejadian ini berlangsung saat ayahnya membentuk spermatozoa, dan sperma ini membuahi sel telur (membawa X) maka terjadilah zigot yang kemudian berkembang menjadi anak laki-laki XYY (47,XYY).
Kegagalan membuahan zigot juga dapat menyebabkan seorang pria  memiliki sifat seperti perempuan dan sebaliknya. Pria yang kromosomnya XY mendapat tambahan X dari ibu akan mempunyai sifat perempuan. Begitu pula wanita yang memiliki kromosom XX apabila kesalahan pembuahan menyebabkan menerima tambahan kromosom Y maka anak perempuan akan cenderung memiliki sifat pria.



C.     Golongan darah
Golongan darah merupakan merupakan salah satu karakter yang diwariskan pada manusia.  Terdapat 3 jenis sistem penggolongan darah pada manusia yaitu sistem ABO, sistem MN dan sistem Rhesus.
Di dalam hereditas pada manusia, penggolongan darah pada manusia didasarkan atas ada tidaknya aglutinogen (antigen) tertentu di dalam sel darah merah. Golongan darah manusia ada empat macam sebagai berikut:
·         Golongan darah A, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A.
·         Golongan darah B, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen B.
·         Golongan darah O, apabila dalam sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen.
·         Golongan darah AB, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A dan B.

1.      Sistem golongan darah ABO
Ditemukan pertama kali oleh Landsteiner. Penemuan gen yang bertanggung jawab pada sistem ABO adalah Bernstein (Jerman) dan Furuhata (Jepang).
Sistem ABO ditentukan oleh 3 macam alel (alel ganda) yaitu: IA,  IB,  IO. I adalah iso‑aglutinogen / iso-hemaglutinogen yang berarti menggumpalkan sesamanya.
Fenotip Golongan Darah Sistem ABO
Genotip Golongan Darah Sistem ABO
Golongan darah A
IAIA, IAIO
Golongan darah B
IBIB, IBIO
Golongan darah AB
IAIB
Golongan darah O
IOIO

2.      Sistem golongan darah Sistem
Rhesus ditemukan oleh Landsteiner. Selain sistem ABO pada manusia dijumpai pula sistem Rhesus (Rh). Sistem Rhesus ada 2 macam yaitu Rhesus positip dan Rhesus negatip.

Fenotip
Genotip
Rhesus positif
IRhIRh
Rhesus negatif
IrhIrh

3.       Sistem golongan darah MN
Sistem MN ditemukan oleh Landsteiner dan Levine.  Sistem MN terdiri dari 3 golongan darah.
Fenotip
Genotip
M
IMIM
M
ININ
MN
IMIN


SOAL
1.      Manusia yang memiliki kromosom monosomi dan bisa hidup akan mengalami kelainan yang disebut ….
a.       sindrom Down
b.      sindrom Cri du Chat
c.       sindrom Klinefelter
d.      Leukemia
e.       sindrom Turner
2.      Sindrom Down disebabkan oleh …
a.       tambahan kromosom X sehingga kromosom menjadi XXY
b.      tambahan kromosom Y sehingga kromosom menjadi XYY
c.       kelebihan kromosom pada kromosom nomor 21
d.      delesi kromosom pada kromosom nomor 5
e.       monosomi X
3.      Pada perkawinan, ayah bergolongan darah AB dan ibu bergolongan darah AB, kemungkinan golongan darah pada keturunan yang dihasilkan adalah ….
a.       golongan darah A, B, dan AB
b.      golongan darah A dan B
c.       golongan darah AB
d.      golongan darah O
e.       golongan darah O, A, B, dan AB

URAIAN
1.      Buatlah peta silsilah yang menggambarkan dimunculkannya keturunan yang bergenotipe wanita normal, wanita carier, wanita haemofili, pria normal, dan pria haemofili.
2.      Buatlah bagan persilangan yang memunculkan wanita normal, wanita buta warna, wanita carier, pria buta warna, dan pria normal.
3.      Uriakan Pasangan normal heterozigot (normal carier) kawin dengan pasangan normal heterozigot (normal carier), memiliki kemungkinan 25%, keturunannya adalah albino. Apabila gen P = gen yang menyebabkan pembentukan pigmentasi
gen p = gen yang tidak menyebabkan pembentukan pigmentasi











Tidak ada komentar:

Posting Komentar